
Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan bersama Dandim Letkol Inf Asman Mokoginta membagikan masker di Pasar yang ada di wilayaj Kecamatan Purwodadi. Tiga Pasar dikunjungi Kapolres dan Dandim yaitu Pasar Purwodadi, Pasar Nglejok dan Pasar Agro.
Hal tersebut dilakukan dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19 yang masih tinggi di Kabupaten Grobogan.
"Jadi hari ini saya bersama Bapak Dandim dan Kasatpol PP serta Kepala Disperindag melakukan kegiatan pembagian masker di tiga Pasar ni, karena tentunya keprihatinan kita bahwa di wilayah Grobogan masih tinggi. Tentunya ini kita harus sama-sama bergandengan tangan berperan aktif untuk bisa memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini," Kata Kapolres AKBP Jury, Selasa (2/2/2021).
Kapolres menyebut penggunaan masker merupakan hal yang dapat menyelamatkan dari virus Corona. Ia dan unsur Tiga Pilar juga turut menyosialisasikan dan mengingatkan penggunaan masker kepada masyarakat.
"Untuk itu kami Tiga Pilar hadir di pasar ini untuk mensosialisasikan, mengingatkan, membagikan masker-masker tersebut karena masker itulah yang akan menyelamatkan kita semua," lanjutnya.
Kapolres mengatakan kampanye protokol kesehatan akan terus dilakukan di ruang publik. Mal juga akan menjadi target kampanye protokol kesehatan selain di pasar dan terminal.
"Tidak hanya di ruang publik seperti pasar, terminal, kita juga akan melakukan itu di mal mal, kemungkinan ada warga masyarakat yang lupa atau tidak memakai masker," ungkapnya.
Selain melakukan kampanye di ruang publik, Kapolres menjelaskan, operasi yustisi protokol kesehatan digelar setiap hari. Operasi yustisi tersebut juga dilakukan bersama unsur tiga pilar.
"Kita setiap hari melakukan Operasi Yustisi Tiga Pilar, penegakan protokol kesehatan untuk bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Kapolres.
Kegiatan pembagian masker tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan membagikan 2000 masker
Dandim 0717/Pwd Letkol Inf Asman Mokoginta mengatakan bahwa kegiatan kampanye protokol kesehatan tersebut akan terus dilakukan hingga masalah COVID-19 berhenti.
"Kita tahu bahwa penyebaran COVID di Grobogan menunjukkan angka yang masih tinggi. Sehingga kita secara terus-menerus, tidak ada kata istilah berhenti sampai dengan pandemi ini berakhir, itu kegiatan yg kita lakukan hari ini," ujarnya.
Sementara Kadisperindag Pradana Setyawan mengatakan kegiatan ini wujud dari keseriusan Pemda, Polri dan TNI dalam mencegah Covid-19.
"Rencana kedepan kami akan mendirikan pos pemantauan di pasar tradisional untuk mencegah penyebaran Covid-19,Kata Pradana Setyawan.