
Polres Grobogan - Polda Jateng - Suasana khidmat menyelimuti Objek Wisata Api Abadi Mrapen, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, saat ratusan umat Buddha melaksanakan prosesi pengambilan Api Alam Mrapen dalam rangka Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026, Jumat (29/5/2026).
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polres Grobogan bersama jajaran pengamanan gabungan melaksanakan monitoring dan pengamanan secara ketat sejak pagi hingga siang hari.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Godong AKP Muh. Suharto mengatakan, bahwa pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian terhadap kegiatan keagamaan masyarakat.
“Kami melaksanakan monitoring dan pengamanan kegiatan pengambilan Api Alam Mrapen guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dan prosesi berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar AKP Muh. Suharto.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai majelis Sangha dan umat Buddha dari sejumlah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran DPD Walubi Jawa Tengah, Ditintelkam Polda Jawa Tengah, unsur Forkopimcam Godong, Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, hingga tokoh lintas majelis Sangha.
Prosesi diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, laporan panitia, hingga ritual keagamaan dari masing-masing majelis Sangha.
Dalam laporannya, panitia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Grobogan dan Polsek Godong atas dukungan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
“Pengamanan ini dilakukan secara terpadu bersama personel Polres Grobogan, Polsek Godong, Koramil Godong, dan Satpol PP Kecamatan Godong,” jelas AKP Muh. Suharto.
Dalam kegiatan tersebut, total personel pengamanan yang diterjunkan mencapai 77 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah titik strategis area kegiatan.
Rangkaian prosesi inti ditandai dengan penyalaan lilin panca warna, penyalaan dupa, ritual doa lintas majelis Sangha, hingga pengambilan Api Alam Mrapen oleh masing-masing perwakilan majelis.
Api suci tersebut selanjutnya diberangkatkan menuju Candi Mendut, Kabupaten Magelang, sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026.
Menurut AKP Muh. Suharto, kegiatan keagamaan berskala besar seperti ini memerlukan pengamanan maksimal guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan pengunjung.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan sehingga masyarakat dan umat yang mengikuti prosesi dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” katanya.
Kapolsek Godong juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan, termasuk panitia, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
“Sinergitas antara aparat keamanan, panitia, dan masyarakat menjadi kunci utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” ungkap AKP Muh. Suharto.
Api Alam Mrapen sendiri dikenal sebagai salah satu simbol penting dalam perayaan Waisak nasional karena memiliki nilai spiritual dan historis bagi umat Buddha di Indonesia.
Setiap tahunnya, prosesi pengambilan api suci dari Mrapen menjadi bagian sakral sebelum dibawa menuju kompleks perayaan Waisak di Magelang.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, situasi di kawasan Objek Wisata Api Abadi Mrapen terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan kamtibmas.