
Polres Grobogan - Polda Jateng - Rapat koordinasi lintas sektoral digelar untuk membahas peningkatan keselamatan di perlintasan rel kereta api Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, menyusul berulangnya kecelakaan di lokasi tersebut. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Sidorejo, Jumat (1/5/2026).
Rapat dihadiri berbagai pihak, antara lain perwakilan kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, pengelola perkeretaapian, serta masyarakat dari Desa Sidorejo dan Desa Tuko.
Kapolsek Pulokulon AKP Danang Esanto menyampaikan sejumlah usulan strategis guna meminimalkan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut.
“Kami mengusulkan peningkatan sarana penerangan, instalasi listrik, serta perbaikan sistem pengamanan agar pengawasan lebih optimal,” ujarnya.
Dalam pembahasannya, Kapolsek Pulokulon juga menyoroti pentingnya penanganan faktor jarak pandang yang terbatas dengan melakukan pemangkasan vegetasi di sekitar perlintasan.
Selain itu, diusulkan pula perubahan sistem palang pintu menjadi terpusat dengan mekanisme seling agar lebih efektif dan sesuai standar keselamatan.
Perwakilan perkeretaapian, Abdul Muis, menegaskan bahwa lokasi tersebut menjadi perhatian serius karena telah beberapa kali terjadi kecelakaan, termasuk yang melibatkan kereta api jarak jauh.
Ia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, perlintasan tersebut tetap dibuka dengan catatan pengamanan harus ditingkatkan secara maksimal.
Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Grobogan turut memberikan sejumlah rekomendasi teknis, seperti pemasangan sirine, pengeras suara, jadwal perjalanan kereta api, serta penggunaan alat komunikasi untuk mendukung koordinasi cepat.
Dari pihak UPT rel kereta api, disampaikan bahwa pemotongan pohon dan vegetasi yang menghalangi pandangan telah dilakukan sebagai langkah awal peningkatan keselamatan.
Kepala Desa Sidorejo mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya, telah terjadi beberapa kecelakaan yang bahkan menimbulkan korban jiwa, sehingga perhatian serius dari semua pihak sangat dibutuhkan.
Ia juga menyampaikan bahwa keberadaan perlintasan tersebut sangat penting bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, Kepala Desa Tuko berharap adanya solusi jangka panjang seperti pembangunan flyover, meski saat ini masih terkendala kewenangan dan anggaran.
Dari hasil rapat, disepakati sejumlah langkah konkret, di antaranya penyediaan fasilitas penunjang keamanan di pos penjagaan, pelaksanaan piket jaga selama 24 jam, serta pembangunan sistem palang pintu berbasis seling.
Selain itu, akan dilakukan penambahan instalasi listrik, pemasangan sirine peringatan, dan kelengkapan fasilitas lainnya guna menunjang keselamatan di perlintasan.
Kapolsek Pulokulon menegaskan, bahwa sinergi semua pihak sangat dibutuhkan demi keselamatan bersama, khususnya bagi pengguna jalan yang melintas di perlintasan tersebut.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan komitmen semua pihak untuk menjaga dan menjalankan kesepakatan ini,” tandas AKP Danang Esanto.