
Polres Grobogan - Polda Jateng - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, mengakibatkan luapan air Sungai Kali Japan di Desa Truwolu hingga memicu tergerusnya tanah di bantaran sungai.
Kejadian tersebut mengakibatkan dua titik tanah amblas di Dusun Besaran yang berdampak pada bangunan milik warga.
Kapolsek Ngaringan Kompol Mujiyadari menyampaikan, bahwa pihaknya langsung melakukan pemantauan guna memastikan kondisi di lapangan serta keselamatan warga.
“Kami melakukan pemantauan di lokasi kejadian untuk memastikan situasi tetap aman dan mengantisipasi dampak lanjutan,” ujar Kompol Mujiyadari.
Ia menjelaskan bahwa titik pertama terjadi di rumah milik Legiyo (50), warga Dusun Besaran RT 05 RW 03. Tanah di samping kiri bekas kandang kambing miliknya amblas dengan kedalaman sekitar 70 sentimeter, lebar 10 meter, dan panjang 20 meter.
Kondisi tersebut mengakibatkan bangunan bekas kandang kambing hampir roboh, sementara pondasi rumah utama juga mulai terkikis karena jaraknya yang hanya sekitar 15 meter dari aliran sungai.
Sementara itu, titik kedua terjadi di rumah milik Ahmad Pujiyanto (45), warga setempat, di mana tanah di bagian belakang rumahnya mengalami longsor dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 20 meter.
Akibat kejadian tersebut, sebagian pondasi belakang rumah miliknya ikut terkikis karena jarak dengan sungai yang relatif dekat.
Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun ternak dalam peristiwa tersebut.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa, namun warga tetap kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Saat ini, debit air sungai dilaporkan mulai surut, sehingga kondisi di lokasi berangsur membaik.
Polsek Ngaringan juga telah mengambil langkah-langkah penanganan, di antaranya dengan memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk terus memantau perkembangan di wilayah masing-masing.
Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait dan pemerintah desa juga dilakukan guna menentukan langkah penanganan lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat intensitas hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana serupa,” tegas Kompol Mujiyadari.
Dengan pemantauan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi di wilayah terdampak tetap terkendali dan masyarakat dapat terhindar dari risiko yang lebih besar.