
Polres Grobogan - Polda Jateng - Polsek Purwodadi melakukan pemantauan intensif terhadap banjir yang terjadi akibat luapan Sungai Lusi Glugu dan Sungai Lusi yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Purwodadi.
Kapolsek Purwodadi AKP Siswanto menyampaikan, bahwa pihaknya langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi masyarakat serta dampak yang ditimbulkan dari luapan sungai tersebut.
“Kami melakukan pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan situasi tetap aman serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKP Siswanto, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa terdapat empat wilayah yang terdampak luapan sungai, yakni Kelurahan Purwodadi, Desa Kedungrejo, Desa Karanganyar, dan Kelurahan Kalongan.
Di Kelurahan Purwodadi, genangan air merendam sebanyak 83 rumah warga yang tersebar di Lingkungan Banaran (27 rumah), Jajar (38 rumah), dan Kemasan (18 rumah) dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter.
Selain itu, sejumlah akses jalan seperti Jalan Ampera depan Hotel Ampera serta jalan lingkungan di Banaran, Jajar, dan Kemasan juga tergenang dengan ketinggian serupa, namun masih dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, di Desa Karanganyar tercatat 15 rumah warga terdampak yang berada di Dusun Karanganyar, Nganggil, dan Brangkal dengan ketinggian air antara 10 hingga 20 sentimeter.
Beberapa akses jalan di wilayah tersebut juga terdampak, di antaranya jalan Glugu–Karanganyar serta jalan penghubung antar dusun, dengan ketinggian air mencapai 10 hingga 50 sentimeter, sehingga sebagian tidak dapat dilalui kendaraan.
Untuk Desa Kedungrejo dan Kelurahan Kalongan, tidak terdapat rumah warga yang terdampak, namun terdapat genangan pada akses jalan dengan ketinggian sekitar 10 hingga 20 sentimeter yang masih bisa dilalui.
Secara keseluruhan, jumlah rumah yang terdampak mencapai 95 unit, tanpa adanya laporan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.
“Kami terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut,” jelas AKP Siswanto.
Ia juga menambahkan bahwa lokasi evakuasi telah disiapkan di balai kelurahan maupun balai desa di masing-masing wilayah terdampak.
Meski sebagian akses jalan masih dapat dilalui kendaraan bermotor, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas di area yang tergenang.
AKP Siswanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus siaga dalam menghadapi potensi bencana susulan.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir dalam memberikan perlindungan dan memastikan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Dengan pemantauan yang dilakukan secara intensif, diharapkan kondisi banjir dapat segera surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.