
Polres Grobogan - Polda Jateng - Di tengah hangatnya suasana Idul Fitri 1447 Hijriah yang identik dengan kebersamaan keluarga, ada sosok anggota kepolisian yang memilih tetap siaga di balik meja pelayanan. Ia adalah Bripda Anang Pamungkas, operator layanan darurat 110 Polres Grobogan yang tetap bertugas demi memastikan rasa aman bagi masyarakat.
Saat sebagian besar masyarakat menikmati momen Lebaran bersama keluarga di kampung halaman, Bripda Anang justru menghabiskan waktunya di ruang operator. Di sana, ia setia menunggu setiap panggilan yang masuk dari warga yang membutuhkan bantuan kepolisian.
Suara dering telepon yang tak pernah benar-benar berhenti menjadi teman setianya sepanjang hari. Setiap panggilan yang masuk bukan sekadar informasi, melainkan amanah yang harus ditangani dengan cepat dan tepat.
“Lebaran memang identik dengan kumpul keluarga, tapi bagi kami, tugas adalah prioritas. Ada tanggung jawab yang harus kami jalankan,” ujar Bripda Anang, Selasa (24/3/2026).
Ia mengaku, ada rasa rindu yang tak terelakkan ketika melihat keluarga lain berkumpul. Terlebih, momen Idul Fitri menjadi waktu yang paling dinanti untuk bersilaturahmi dengan orang tua dan sanak saudara.
Namun, panggilan tugas membuatnya harus menunda kebersamaan tersebut. Baginya, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah bentuk pengabdian yang tak bisa ditawar.
“Rasa kangen pasti ada, apalagi saat melihat teman-teman bisa pulang. Tapi ini sudah menjadi pilihan dan tanggung jawab saya sebagai anggota Polri,” ungkapnya.
Selama bertugas, Bripda Anang menerima berbagai laporan dari masyarakat, mulai dari gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, hingga permintaan bantuan darurat lainnya.
Setiap laporan yang masuk harus ditangani dengan sigap. Ia harus memastikan informasi yang diterima jelas dan segera diteruskan kepada petugas di lapangan untuk ditindaklanjuti.
Tak jarang, ia juga harus menenangkan warga yang panik saat melaporkan kejadian. Dalam situasi seperti itu, ketenangan dan ketelitian menjadi kunci utama dalam memberikan pelayanan.
“Kadang ada warga yang menelepon dalam kondisi panik. Di situ kami harus bisa menenangkan sekaligus menggali informasi dengan cepat,” jelasnya.
Di balik kesibukannya, Bripda Anang menyimpan harapan sederhana, yakni masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman tanpa gangguan berarti.
Baginya, kebahagiaan bukan hanya tentang berkumpul dengan keluarga, namun juga ketika mengetahui bahwa tugas yang dijalankan mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.
Pengorbanan yang dilakukan Bripda Anang menjadi cerminan dedikasi anggota Polri dalam menjalankan tugas, terutama pada momen penting seperti Lebaran.
Meski jauh dari keluarga, ia tetap berusaha menjaga komunikasi dengan orang-orang tercinta melalui telepon. Dukungan dari keluarga menjadi penyemangat tersendiri dalam menjalankan tugas.
“Alhamdulillah keluarga selalu mendukung. Mereka paham ini bagian dari tugas saya,” tuturnya.
Kisah Bripda Anang Pamungkasmenunjukkan bahwa di balik rasa aman yang dirasakan masyarakat, ada petugas yang rela mengorbankan waktu dan kebersamaan demi menjalankan tugas negara.
Di ruang kecil penuh perangkat komunikasi itu, ia terus siaga, memastikan setiap panggilan masyarakat mendapat respons. Sebuah pengabdian yang mungkin tak selalu terlihat, namun sangat berarti bagi keamanan bersama.
Lebaran pun menjadi berbeda baginya, bukan tentang libur dan berkumpul, melainkan tentang menjaga, melayani, dan hadir untuk masyarakat kapan pun dibutuhkan.