
Polres Grobogan - Polda Jateng - Dalam rangka mencegah terjadinya perang sarung, tawuran, balap liar, penggunaan sound horeg untuk membangunkan sahur, serta permainan petasan selama bulan Ramadan, Bhabinkamtibmas Polsek Geyer menggelar sosialisasi kamtibmas di SMPN 5 Satap Geyer, Senin (2/3/3036).
Kegiatan tersebut diikuti para siswa dan guru dengan antusias. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar tentang bahaya serta konsekuensi hukum dari berbagai tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Kapolsek Geyer AKP Bambang Dwiranto menjelaskan, bahwa kalangan remaja kerap menjadi kelompok yang rentan terlibat aksi perang sarung maupun balap liar, terutama pada malam hingga menjelang sahur.
“Kami ingin memberikan edukasi agar para pelajar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Dalam penyampaian materi, Bhabinkamtibmas menekankan bahwa perang sarung yang awalnya dianggap permainan dapat berkembang menjadi tawuran dan menimbulkan korban luka. Begitu pula dengan balap liar yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan fatal.
Petugas juga mengingatkan bahaya penggunaan petasan yang dapat mengakibatkan cedera serius serta kebakaran. Selain itu, penggunaan sound horeg secara berlebihan untuk membangunkan sahur dinilai berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Melalui pendekatan dialogis, siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi. Edukasi dilakukan dengan bahasa yang mudah dipahami agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
AKP Bambang Dwiranto menambahkan, bahwa peran sekolah dan orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas remaja, khususnya pada malam hari.
“Sinergi antara kepolisian, sekolah, dan keluarga menjadi kunci pencegahan kenakalan remaja,” imbuh Kapolsek Geyer.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa dapat dilakukan secara rutin untuk membangun karakter disiplin serta kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan ini, Polsek Geyer menegaskan komitmennya untuk terus melakukan langkah preventif guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama Ramadan.
Diharapkan, para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban di lingkungan masing-masing, serta mengisi bulan suci dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.