
Polres Grobogan - Polda Jateng - Curah hujan yang tinggi membuat sungai irigasi meluap hingga menyebabkan terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan.
Hingga hari Jum’at (15/3/2024) sore, tercata setidaknya 5 Desa di wilayah Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan terendam banjir.
Kapolsek Tegowanu Polres Grobogan AKP Danang Esanto mengatakan, untuk memastikan keamanan warga, Polsek Tegowanu Polres Grobogan pun mengerahkan personelnya untuk memantau dan melakukan pengaturan arus lalu lintas disekitar lokasi banjir.
“Ada lima Desa yang terdampak bencana banjir di Tegowanu, Grobogan. Lima Desa tersebut yaitu Desa Sukorejo, Desa Gebangan, Desa Mangunsari, Desa Karangpasar dan Desa Tajemsari,” kata Kapolsek Tegowanu Polres Grobogan.
Di Desa Sukorejo sebanyak 500 rumah terendam air dengan ketinggian rata-rata 10 hingga 30 sentimeter. Sedangkan di Desa Gebangan, setidaknya terdapat 200 rumah terendam banjir.
Untuk akses jalan Purwodadi - Semarang tepatnya di Desa Gebangan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan juga terendam banjir sepanjang 300 meter dengan ketinggian air mulai 10 hingga 30 sentimeter.
“Di Desa Mangunsari, terdapat 138 rumah dengan ketinggian air rata-rata mencapai 20 hingga 50 sentimeter,” jelas AKP Danang Esanto.
Sedangkan di Desa Karangpasar, terdapat 107 rumah terendam banjir dengan ketinggian 10 hingga 30 sentimeter.
“Untuk Desa Tajemsari, terdapat 17 rumah terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 20 sentimeter,” ujar Kapolsek Tegowanu Polres Grobogan.
Sebelumnya, banjir juga merendam Desa Medani, Desa Pepe dan Desa Kejawan Kecamatan Tegowanu Kabupaten Grobogan. Namun, saat ini air sudah mulai surut.
“Untuk tanggul di Desa Sukorejo yang jebol sudah diatasi oleh Pemdes bersama warga dan Bhabinkamtibmas,” pungkas Kapolsek Tegowanu Polres Grobogan.
“Untuk membantu warga terdampak banjir, dari Pemdes setempat bersama Polsek telah memberikan bantuan,” pungkas AKP Danang Esanto.