
Polres Grobogan - Kapolres Grobogan AKBP Dedy Anung Kurniawan berpandangan bahwa pendidikan itu sangatlah penting. Menurutnya pendidikan adalah suatu kewajiban setiap manusia sampai akhir hayat.
Hal itu disampaikan AKBP Dedy Anung Kurniawan saat momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, Selasa (2/5/2023).
Disampaikan Kapolres Grobogan, pendidikan tidak hanya diperoleh dari bangku sekolah saja, akan tetapi juga didapat dengan cara lain untuk menambah pengetahuan.
"Bisa didapat dengan cara lain untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan sehingga hidup lebih bisa bermanfaat dan mengangkat derajat seseorang," jelas AKBP Dedy Anung Kurniawan.
AKBP Dedy Anung Kurniawan mengungkapkan, apa yang diperolehnya hingga titik ini tidak lepas dari perjuangannya menomorsatukan pendidikan. Lahir di Pati, Jawa Tengah, AKBP Dedy Anung Kurniawan ini pernah gagal dua kali masuk ke Akademi Kepolisian atau Akpol.
"Pencapaian-pencapaian baik karier maupun jenjang pendidikan tidak pernah saya sangka bisa seperti saat ini. Yang saya lakukan hanyalah tetap fokus dengan apa yang harus saya selesaikan," ujar Kapolres Grobogan.
Fokus dan keyakinannya akhirnya membuat AKBP Dedy Anung Kurniawan berhasil lolos dan menjadi Taruna AKPOL. Demikian pula saat dirinya menempuh pendidikan maupun saat sudah berdinas di Kepolisian, dirinya fokus untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan maksimal.
"Untuk jenjang pendidikan, saya lakukan untuk menambah ilmu yang mendukung dalam tugas-tugas, oleh sebab itu jenjang S1 saya Ilmu Kepolisian," tutur suami dari Ny Wenny Dedy Anung ini.
"Untuk pendidikan S2 juga Kajian Ilmu Kepolisian dan S3 saya juga Ilmu Kriminologi yang merupakan ilmu yang mempelajari tentang kejahatan dan pencegahan kejahatan," tambahnya.
Baru baru ini, AKBP Dedy Anung Kurniawan lulus Doktor Ilmu Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dari Universitas Indonesia.
Kapolres Grobogan mengatakan, dirinya termotivasi meneruskan jenjang S3 saat dirinya berdinas di Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, dibawah pimpinan Kombes Fadil Imran.
"Kala itu saya ditunjuk sebagai tim diskusi dengan para akademisi dari Kriminologi UI untuk memecahkan permasalahan-permasalahan kriminalitas dengan sudut pandang ilmu kriminologi," jelasnya.
"Sehingga akhirnya saya tertarik untuk lebih mendalami teori teori dalam kajian ilmu kriminologi sebagai sebuah pembelajaran di bangku doktoral," tutur Dr Dedy Anung Kurniawan.
Kecanggihan teknologi tentu membuat perubahan di sejumlah lini kehidupan manusia. Terlebih di bidang pendidikan.
AKBP Dedy Anung Kurniawan mengatakan, pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi hingga akhirnya sekolah dan dinas terkait harus mampu membuat aturan dan perangkat yang mumpuni.
"Ekses atau dampak negatif-nya tentu dari sisi pengawasannya akan sangat sulit. Pihak kepolisian juga sudah memiliki perangkat dan bidang yang melakukan pembinaan dan pengawasan di bidang Cyber atau dunia maya," tutur AKBP Dedy Anung Kurniawan.
"Namun, demikian harus ada dukungan dari semua pihak sehingga kenakalan maupun kejahatan dunia maya dapat dicegah sejak dini bahkan dari sejak sebelum masuk bangku sekolah," ungkap AKBP Dedy Anung Kurniawan.
Kapolres Grobogan mengungkapkan, anak muda harus mencari sosok yang bisa dijadikan role model untuk membangun mewujudkan mimpi mereka.
Role model yang dimaksud adalah sosok atau tokoh yang bernilai positif dalam kehidupan sehari-hari anak-anak muda di Kabupaten Grobogan.
"Pesan saya untuk para generasi muda di Grobogan, harus segera mungkin bangun dari mimpi-mimpi. Mulailah melakukan kegiatan-kegiatan nyata yang bermanfaat baik bagi diri sendiri orang tua maupun lingkungan sekitar," tambahnya.
"Karena keberhasilan dan kesuksesanmu ditentukan oleh diri sendiri bukan orang lain bahkan oleh orang tua," pesan orang nomor satu di jajaran Polres Grobogan ini.