
Grobogan — Wilayah Kabupaten Grobogan belum terbebas sepenuhnya dari penyakit mulut dan kuku atau PMK. Untuk itu Dinas Peternakan dan Perikanan atau Disnakkan Grobogan melakukan sejumlah upaya.
Menurut Kepala Bagian Operasional ( Kabag Ops ) Polres Grobogan Kompol Sugiyanto, upaya yang sudah dilaksanakan adalah mengawasi lalu lintas ternak yang memasuki Kabupaten Grobogan. Selain itu dilaksanakan vaksinasi terhadap ternak yang berisiko terkena penyakit mulut dan kuku di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Grobogan.
Seperti yang dilakukan personel dari Kodim 0717/Grobogan bersama dengan Polres Grobogan, yang melakukan vaksinasi PMK pada hewan usai mendapatkan pelatihan sebagai vaksinator di Disnakkan Grobogan.
Saat ini memang belum ada kecamatan yang terbebas dari penyakit mulut dan kuku. Tidak hanya ternak sapi, PMK juga menyerang kerbau serta kambing. Upaya vaksinasi terus dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran PMK terhadap hewan ternak yang masih sehat.
Hanya saja lanjut Kabag Ops, keterbatasan tenaga vaksinator yang dimiliki Disnakkan Grobogan menjadikan kegiatan vaksinasi PMK lambat.
Untuk itu, Disnakkan Grobogan menggandeng Kodim 0717/Grobogan dan Polres Grobogan untuk memberikan pelatihan tenaga vaksinator kepada anggota TNI dan Polri.
Sebagai instruktur pelatihan vaksinator sendiri, sebelumnya dilakukan sendiri oleh Kepala Disnakkan Grobogan Riyanto, dengan tujuan untuk menambah tenaga vaksinator.
“Saat adanya penambahan jumlah vaksin dengan jumlah besar, dan tenaga vaksinator dari Disnakkan Grobogan tidak mencukupi sehingga perlu ditambahkan tenaga dari unsur TNI dan Polri,” kata Kabag Ops.
Hal ini lanjutnya, sesuai dengan arahan Kepala Satgas Penanganan PMK Pusat, yaitu melibatkan unsur TNI Polri sebagai tenaga vaksinator.
“Saat ini tingkat kesembuhan ternak yang terkena PMK juga cukup tinggi. Jadi kasusnya semakin menurun,” pungkas Kabag Ops.